4 Langkah Kondusif Membeli Rumah Indent

4 Langkah Kondusif Membeli Rumah Indent

Membeli rumah yang masih dalam tahap pembangunan ataupun yang dibangun dengan cara indent (pesan dulu gres bangun) memang seringkali menimbulkan perasaan ‘’harap-harap cemas’’. Tidak heran kalau sebagian orang lebih banyak didominasi menentukan rumah yang berstatus sudah ready stock atau siap huni. Walaupun demikian, Chief Markeing Arco Reltindo, Ardantio Wisnu Warnono menyampaikan bahwa sesungguhnya orang tidak perlu cemas secara berlebihan disaat hendak membeli rumah dalam kondisi indent.


‘’Di dikala membeli rumah baru, tentunya ada kelebihan dan kekurangan dari bentuk bangunan itu sendiri. Namun, sesungguhnya semua itu diadaptasi berdasarkan kebutuhan dari konsumennya. Kalau konsumen sangat memerlukan rumah, tentu saja rumah yang ready stock akan jadi pilihan utama yang paling pas’’. ‘’Tetapi, kalau tujuannya mendambakan rumah idaman baik dan manis bangunannya, fasilitas, ataupun nilai investasinya, berdasarkan saya rumah indent juga sanggup jadi pilihan yang menarik,’’ ujar Ardan.

Ia juga menuturkan laba kalau konsumen beli rumah secara indent, antara lain :

  • Harga jualnya masih tergolong murah dibandingkan dengan rumah yang ready stock
  • Membeli rumah secara indent ialah bentuk investasi
  • Mempunyai peluang mencicil dengan tenor yang terjangkau pada pihak pengembang
  • Konsumen akan lebih fleksibel untuk memantau proses pembangunan rumah bahkan sanggup meminta embel-embel konsep

Namun, berdasarkan penurutan Ardan, intinya membeli rumah baik itu indent ataupun ready stock sangatlah memerlukan kejelian dan kehati-hatian konsumen. Hal ini semoga sanggup meminimalisir kerugian yang mungkin sanggup terjadi.

Dibawah ini tips-tips yang bisa dilakukan konsumen ketika membeli rumah dalam kondisi indent :

1. Lihat Terlebih Dahulu Pengembangnya


Pengembang yang profesional tentunya tidak akan pernah mengecewakan konsumennya. Sebaiknya anda telusuri terlebih dahulu secara detail terkait dengan pengembang, contohnya sanggup dilihat dari izin perjuangan membangun. Tidak hingga disitu saja, pengembang juga harus mempunyai pengalaman yang cukup mumpuni di bidangnya. Selain menggunakan saluran internet, anda juga perlu untuk bertanya-tanya pada saudara ataupun teman yang mungkin pernah berpengalaman dengan urusan pengemban perumahan. Andapun juga sanggup mengetahui hal ini dengan cara membaca banyak sekali ulasan proyek di banyak sekali media cetak dan elektronik.

2. Periksa Legalitas Bangunan

Mengecek kembali legalitas bangunan sangat perlu anda lakukan. Caranya sanggup lewat penelusuran status kepemilikan tanah yang terdapat di sertifikat. Pada umumnya, status tanah dan juga bangunan ialah Sertifikat Hak Milik (SHM) dan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan). Adapun kedua status tersebut, pada dikala ini masih jadi hak kepemilikan tanah yang didanai melalui sumbangan oleh bank (KPR). ‘’Jadi, walaupun rumah berstatus indent, anda janga lupa untuk memastikan terlebih dahulu status tanahnya yang telah diakui oleh bank, ‘’ ujar Ardan.

3. Anda Bisa Melihat Dari Fasilitas Umum (Fasum) dan juga Fasilitas Sosial (Fasos)

‘’Indikator lainnya yang sanggup ditinjau ialah dari kemudahan umum (fasum) dan kemudahan sosial (fasol) nya.
Salah satunya ialah dari jalan masuk, gorong-gorong saluran air, sanitasi dan juga listrol. ‘’katanya.

4. Tinjau Dulu Lokasinya

Yang terakhir ialah meninjau lokasi. Lokasi merupakan salah satu dari hal yang harus mendapat perhatian lebih. Pembangunan rumah lewat indent biasanya membutuhkan waktu untuk perampungan sanggup dua hingga lima tahun yang akan datang. ‘’Meninjau lokasi juga sangatlah penting untuk anda yang mau membeli rumah indent. Misalnya, sanggup dilihat dari perkembangan inftrastrukturnya ibarat transportasi atau aksel tolnya, ‘’ tutur Ardan. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "4 Langkah Kondusif Membeli Rumah Indent"

Post a Comment