Kebiasaan Buruk Orang Indonesia Berlebihan Mengonsumsi Kalori

Supaya tubuh sehat dan sanggup terhindar dari resiko kegemukan, keseimbangan asupan kalori ialah suatu yang harus dilakukan. Akan tetapi, pola makan yang tidak seimbang telah menjadi suatu kebiasaan yang dianut oleh sebagian besar orang-orang kota.

Kebutuhan kalori masing-masing orang berbeda dan bergantung kepada beberapa faktor, antara lain faktor usia, berat badan, jenis kelamin, tinggi tubuh dan aktivitas. Ini dikarenakan faktor tersebut ikut menentukan besar kecilnya energi yang dikeluarkan oleh tubuh.

Pada umumnya kebutuhan akan kalori berkisar antara 1.500 – 2.000 kalori setiap harinya. Terdapat banyak sekali kuliner yang sesungguhnya bisa menyumbangkan kalori, diantaranya protein, sumber karbohidrat, protein, lemak, hingga cemilan dan minuman yang mengandung gula.

Kebiasaan Buruk Orang Indonesia Berlebihan Mengonsumsi Kalori

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Riset Kesehatan Dasar atau yang disingkat Riskesdas, pada tahun 2010 pada sampel 190.000 orang remaja yang usianya 18-45 tahun dari banyak sekali macam tempat di Indonesia mengindikasikan bahwa nasi telah menyumbangkan hingga 44 persen dari total asupan kalori per orang setiap harinya.

Sementara itu, konstribusi dari makanan-makanan lain terhadap asupan kalori relatif lebi kecil bila dibandingkan dengan nasi, minuman yang memakai pelengkap tanpa susu (11 %), kacang-kacangan (10 %), kelompok ikan dan kuliner maritim (7 %) dan kelompok daging merah dan daging ayam (9 %).

Lima kuliner tadi mempunyai konstribusi lebih dari 80% asupan kalori tiap hari. Menurut Dr. Helada Khusun yang merupakan peneliti senior dari South East Asian Minister of Education Organization yang melaksanakan re-analisis hasil Riskesdas tersebut, untuk mendapat asupan minuman manis, minuman berpemanis tanpa susu yang jadi sumber kalori orang-orang Indonesia ialah kopi manis dan teh manis, yakni secara rata-rata sebesar 10%.

Disamping itu, banyak sekali minuman yang berpemanis menyerupai jus buah, sirup, teh kemasan, dan minuman yang bersoda bila dihitung secara total maka mempunyai konstribusi sekitar satu persen terhadap asupan kalori. Seseorang itu berat badannya merupakan hasil dari keseimbangan jumlah kalori yang dimakan dan jumlah energi yang dikeluarkan olehnya.

Jadi, kalau asupan dari kalori itu melebihi dari apa yang diperlukan ketika beraktivitas, maka sanggup dipastikan ia akan mengalami kegemukan. Ada beberapa fakta menarik yang menawarkan bahwa pada kurun teknologi yang sangat tinggi zaman sekarang, pengeluaran energi seseorang rata-rata makin berkurang alasannya ialah mereka kurang beraktivitas fisik.


Apa contohnya? Contohnya bisa kita lihat dari kebiasaan belum dewasa zaman kini yang hobi bermain games dan menonton televisi dibandingkan dengan melaksanakan acara di luar rumah. Kebanyakan orang juga enggan untuk berjalan kaki naik kendaraan umum lantaran lebih menentukan naik ojek.

Di kantorpun juga demikian, para karyawan enggan untuk naik tangga dan lebih menentukan untuk naik lift lantaran lebih praktis. Sekarang ini gaya hidup ‘’santai’’ tampaknya sudah mendorong terjadinya kelebihan berat tubuh yang pastinya nanti bisa lebih berisiko terkena penyakit menyerupai diabetes, obesitas maupun penyakit jantung.

Menurut salah satu dokter berjulukan Andi Kurniawan, SP.KO, kondisi kegemukan kini ini yang banyak sekali dialami penduduk ialah kondisi yang diakibatkan banyak sekali hal yang kompleks dan tentunya tidak hanya diakibatkan oleh satu hal saja, tetapi bisa disebabkan lebih banyak alasannya ialah menyerupai asupan gizi yang tidak seimbang dan juga gaya hidup yang tidak aktif.

‘’Setiap kalori yang masuk wajib diimbangi dengan kalori yang dipakai ataupun dibakar lewat acara fisik. Jika tidak, kelebihan asupan kalori ini bisa menumpuk jadi lemak, dan inilah yang mengakibatkan banyak orang mengalami obesitas’’, kata Andi.

Makin tingginya intensitas seseorang dalam beraktivitas, tentunya makin tinggi pula energi yang dikeluarkan tersebut. Olahraga yang dikerjakan dengan rutin tidak hanya bisa mengakibatkan tubuh bugar, namun juga bisa menciptakan langsing, dan ini tentu saja bisa menyehatkan tubuh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kebiasaan Buruk Orang Indonesia Berlebihan Mengonsumsi Kalori"

Post a Comment